--> Skip to main content

Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid-19

Artikel 1  - Setiap orang tua ingin agar anaknya mendapatkan pembelajaran yang baik serta aman dari berbagai macam gangguan yang dapat mempengaruhi semangat atau antusias anaknya dalam menerima pembelajaran di sekolahnya, sehingga orang tua tidak akan khawatir lagi terkait kondisi anaknya. 

Namun kondisi itu berbanding terbalik dengan kondisi yang di hadapi oleh kebanyakan pelajar saat ini mulai dari tingkat SD, SMP, SMA sampai ke jenjang perkuliahan, di mana dunia sedang dilanda pandemi Covid-19 yang melumpukan setidaknya 160 lebih negara termasuk Indonesia.

Di Indonesia sendiri pandemi ini telah menular dengan cepat ke masyarakat tanpa mengenal golongan, ras dan budaya. Hal ini menyebabkan munculnya banyak kasus Covid-19 hingga berujung pada kasus kematian.

Pemerintah pun menekan masyarakat untuk tetap mengikuti protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, memakai masker dan menghindari kerumunan untuk meminimalisir munculnya kasus-kasus baru.

Covid-19 saat ini telah mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satunya dunia pendidikan yang harus menuai sisi buruk dari pandemi ini. 

Adanya larangan dari Pemerintah untuk membuat kerumunan di tempat umum seperti sekolah mengakibatkan terhambatnya proses belajar mengajar di sebagian besar sekolah dan universitas di Indonesia. 

Mau tidak mau, untuk menghambat penyebaran Covid-19, Pemerintah membuat berbagai kebijakan, salah satunya sekolah harus beralih ke pembelajaran daring (online learning).

Dalam pelaksanaanya, pembelajaran daring cukup mendapat tanggapan positif dari pelajar, mengingat itu mustahil melakukan pembelajaran secara langsung (face to face) di sekolah, jadi dari berbagai pertimbangan akhirnya alternatif belajar daring diyakini cukup baik untuk diterapkan saat ini.

Sayangnya, tidak banyak  juga pelajar yang mengeluh dan mengungkapkan bahwa pempelajaran ini sangatlah membosankan, materi yang sukar dipahami, tugas menumpuk sampai masalah kesehatan yang dialami oleh pelajar karena seringnya penggunaaan HP.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan "Pembelajaran ini sebenarnya cara terbaik dan efektif untuk saat ini, tapi kita juga harus melihat sisi lain dari kegiatan ini yakni banyaknya pelajar yang putus sekolah, munculnya tekanan yang mungkin merusak psikologi para pelajar. Pembelajaran daring mungkin tetap dilakukan beberapa bulan ke depan dan kami akan memberikan bantuan berupa kuota internet untuk para pelajar untuk meringankan setiap pelajar dalam menerima materi pembelajaranya di rumah", lanjutnya.

Kasus Covid-19 masih merajalelah di negara kita, dan terputusnya rantai pandemi ini tergantung pada kesadaran kita mematuhi protokol dari Pemerintah. Semoga pandemi ini segera berakhir sehingga proses belajar mengajar kembali normal. May the Lord protect and accompany us guys Amen.

Penulis Marlon Paschalis Manase

Lanjut ke Artikel 2 Bahaya Gadget Untuk Anak
Contact Us: Komentar, saran dan masukan melalui WA 085396717324 dan Gmail Lara4store@gmail.com.