--> Skip to main content

Pandemi Covid-19 Menguji Sinergitas Dunia Pendidikan

Artikel 6 - Tahun 2019 yang lalu dalam sebuah forum desa yang membahas tentang pendidikan, ada beberapa isu pendidikan yang diangkat. Namun pada dasarnya, isu yang diangkat bukanlah isu yang baru. 

Masalah-masalah dalam dunia pendidikan itu-itu saja. Zaman berubah, tapi isu yang diangkat tetaplah sama, hanya dibungkus oleh 'kemasan' yang baru. Isu tentang fasilitas sekolah, pendidikan karakter, efektivitas kurikulum, dan lainnya.

Namun jauh berbeda di tahun 2020 . Isu baru dunia pendidikan benar-benar berbeda dan mengalami kejutan budaya (culture shock).

Tidak pernah terpikirkan sebelumnya aktivitas pembelajaran akan dilakukan secara daring dalam skala besar, bahkan mencakup global. Memang ini juga bukanlah isu yang baru, namun bisa dikatakan isu ini benar-benar berbeda dari pada isu yang umum dibicarakan, yaitu kewajiban pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan.

Tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan di tengah Covid-19 ini benar-benar mengejutkan bagi sebagian besar pendidik dan peserta didik.

Parahnya bukan hanya stakeholder yang tidak siap, tapi fasilitas penunjang pendidikan daring (online) juga belum merata. Masalah pendidik dan peserta didik yang belum melek teknologi menjadi tantangan tersendiri. Masalah fasilitas, gadget dan jaringan internet yang tidak stabil di beberapa wilayah juga menjadi tantangan yang sulit untuk dihindari.

Akibatnya, efektivitas pembelajaran daring banyak dikeluhkan. Kali ini bukan hanya orang tua, tapi juga oleh peserta didik, bahkan pendidik. Namun kebijakan Pemerintah sudah bulat, pencegahan penularan Covid-19 adalah hal mutlak.

Tidak ada yang perlu disalahkan. Pandemi adalah hal yang tak terduga dan datang tiba-tiba. Virus Corona (Covid-19) menyebar tidak menunggu dunia bersiap. 

Setiap manusia bertanggung jawab untuk menjaga kesehatan di tengah Covid-19. Namun Pemerintah sebagai inisiator harus berbenah agar tetap menjaga kualitas pendidikan, khususnya proses belajar mengajar dari rumah.

Tidak ada alasan untuk memaklumi keadaan. Dunia pendidikan mau tidak mau harus bersiap dan berubah. Pemerintah telah mengambil risiko yang besar namun tentu dengan pertimbangan yang matang.

Agar kualitas pendidian tetap maksimal, dibutuhkan sinergitas antar semua pihak. Mulai dari Pemerintah yang menyediakan fasilitas, guru dan orang tua yang tidak boleh pasif, dukungan dari relawan seperti mahasiswa juga dibutuhkan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan di tengah-tengah masyarakat tempat berdomisili.

Guru sebagai pendidik harus mendapatkan perhatian khusus. Meskipun pembelajaran dilakukan secara daring, namun kehadiran guru dalam proses belajar mengajar sangatlah dibutuhkan. 

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, guru harus menjalankan tugasnya dengan sikap profesionalisme yang menyentuh hati. Guru sebaiknya menghilangkan pandangan tentang "siswa yang tidak pernah mau belajar".

Guru harus bisa menjadi sahabat dalam pendidikan, menyesuaikan cara mengajar dengan minat peserta didik secara umum. 

Hanya dengan sinergitas, pendidikan di tengah pandemi Covid-19 ini akan tetap maksimal. Jadi, mari lihat nilai positifnya, para generasi penerus telah sadar akan pentingnya teknologi digital dalam setiap lini kehidupan, termasuk kemajuan dunia pendidikan.

Contact Us: Komentar, saran dan masukan melalui WA 085396717324 dan Gmail Lara4store@gmail.com.