--> Skip to main content

Efektivitas Kelompok Belajar di Tengah Pandemi Covid-19

Artikel 4 - Sejak pandemi melanda tanah air pada Maret 2020 yang lalu, sistem pembelajaran di sekolah-sekolah dilakukan secara daring. Demi untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang sedang melanda tanah air, khususnya di Kabupaten Luwu Utara.

Maka dengan adanya penggunaan media teleconference dalam pembelajaran daring memang sangat membantu dalam menyampaikan materi pembelajaran, meskipun tetap saja ada keterbatasan. Untuk itu sangat dibutuhkan jaminan ketersedian kuota dan sinyal dari para stakeholder pendidikan, seperti: orang tua, sekolah, perusahaan provider telepon seluler, dan pemerintah.

Dalam proses pembelajaran daring masalah pembentukan karakter tidak akan menjadi maksimal karena tidak adanya interaksi secara langsung antara guru dan siswa. Untuk itu dibutuhkan peran penting dari para orang tua yang dapat berperan sebagai "guru" di rumah.

Sementara orang tua murid memiliki keterbatasan pengetahuan ataupun kesibukan.
Maka satu-satunya jalan agar siswa selalu berperan aktif dalam belajar haruslah di bentuk kelompok belajar siswa. 

Kelompok belajar yang dimaksud terdiri dari maksimal 5 orang siswa dengan didampingi oleh orang tua siswa atau keluarga siswa yang berkompeten di bidang mata pelajaran, jadi dalam satu mata pelajaran hendaknya memiliki satu orang pendamping. Hal ini memungkinkan penyerapan pembelajaran yang dilakukan lebih maksimal.

Walau bagaimanapun juga, pembelajaran di sekolah harus tetap dilaksanakan di tengah pandemi (walaupun secara jarak jauh), tentunya dengan tetap menjaga kualitas pembelajaran dan memperhatikan kondisi psikologis para siswa.

Penulis Alvita Anggu

Contact Us: Komentar, saran dan masukan melalui WA 085396717324 dan Gmail Lara4store@gmail.com.