Skip to main content

Teman Lama dan Bisnis MLM - Tips Menolak Ajakan Bisnis MLM

Tips Menolak Ajakan Bisnis MLM - Tidak ada yang lebih menakutkan dari pada diajak bisnis MLM. Jadi "double kill" ketika yang ngajak adalah teman lama. Ditolak susah, tidak ditanggapi dianggap sombong.

Teman Lama dan Bisnis MLM - Tips Menolak Ajakan Bisnis MLM
Teman Lama dan Bisnis MLM - Tips Menolak Ajakan Bisnis MLM

Seperti itulah setiap kali saya diajak bisnis MLM oleh teman. Kadang kasihan, kadang kesal juga, jika yang promosi sudah agresif. Tapi karena yang ngajak teman, ya tentu harus dihadapi dengan kepala dingin.

Beberapa hari yang lalu, ada teman lama yang kirim pesan via Messenger katanya ingin jalan-jalan ke rumah. Aneh betul. Jaman sekolah tidak terlalu kenal, tapi kini kok seperti teman dekat yang lama tak jumpa.

Esok sore sepulang kerja, tiba-tiba ada tamu dengan mobil merah masuk ke halaman rumah. Ternyata si dia yang kemarin ngajak ingin ketemuan. Frist impression, wow, ini anak sudah sukses aja.

Sedikit basa-basi layaknya reunian dengan teman lama, sampai ke topik dia ketika sakit. Entah sakit apa, katanya itu masalah privasi. Intinya segala macam obat-obat rumah sakit telah dicoba tapi penyakitnya belum sembuh total. Hingga suatu kali dia diperkenalkan dengan sebuah produk herbal.

Manjur teman-teman, tidak habis seperempat dari satu botol kapsul, penyakitnya sembuh total. Hebatnya lagi, ternyata botol kapsul ini bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit, mulai dari yang ringan sampai yang berat. Yang tidak kalah ajaibnya, botol kapsul ini katanya bisa dikomsumsi untuk yang sehat.

Pertama kali mendengar tentang botol kapsul, sebenarnya perasaan saya sudah mulai tidak enak. Jangan-jangan ini...

Lanjut cerita, cerita berlanjut, umm.. benar saja. Aromanya sudah mulai tercium.

Dan taraa! Dihidangkanlah cerita sukses orang-orang yang menjadi agen dari obat kapsul ini. Tidak ketinggalan video presentasi cara kerja bisnis dan testimoni para agen yang telah bergabung.

Dari obat yang manjur untuk berbagai macam jenis penyakit sampai ke cerita sukses orang yang menjualnya. Hubungannya apa?

Itulah bisnis MLM. Umumnya, produk hanya kamuflase. Tujuan utamanya adalah mencari anggota.

Karena itu, tidak jarang orang menemukan pebisnis MLM lebih fokus ke cara cepat jadi kaya dari pada mempromosikan produk yang dijualnya.

Jadi, acara ketemuan hanyalah kamuflase. Tujuan sebenarnya adalah menjadi sasaran bisnis.

Bukan karena saya anti MLM, tapi karena tidak pandai bicara aja. Seperti itulah jurus terbaik setiap kali saya ditawari ikut bisnis MLM.

Teman Lama dan Bisnis MLM


Hal ini jugalah yang membuat saya menjadi hati-hati dengan teman lama ketika tiba-tiba diajak ketemuan, khususnya yang tidak terlalu dekat.

Nanti bisa jadi teman makan teman jika tidak diantisipasi sejak awal. Iya loh, sering kali karena bisnis MLM, teman yang dekat bisa berjauhan. Hha.. hha...

Beberapa kali saya menerima pesan di media sosial dari teman-teman yang sudah lama tidak berkomunikasi. Awalnya basa-basi hingga diajak ikut bisnis. Hadeh, ini sih parah. Lagi-lagi jadi sasaran prospek bisnis MLM.

Kalau saya kaya sih tidak masalah, lah ini, makan aja susah. Sekalinya dapat tawaran kerja malah serasa dikerjain. Mau lamar harus daftar. Minta pinjaman pada yang nawarin kerja, malah banyak alasan.

Ingin langsung blok medsos tapi tidak enak. Lagi-lagi, karena teman lama.

Lihat juga Berbohong Demi Kebaikan

Apakah semua bisnis MLM buruk?

Tentu tidak. Saya menilai baik buruknya bisnis MLM berdasarkan produk yang dipasarkan. Bukan karena bisa cepat kaya dari bisnis MLM.

Tidak sedikit yang mudah percaya dan ikut begitu saja tanpa tahu seberapa sulitnya mencari anggota untuk daftar. Sering disebut "korban marketing".

Padahal, untuk sukses bisnis MLM itu butuh teknik marketing yang tinggi. Dan tidak semua orang cocok bisnis MLM, termasuk saya yang tidak pandai bicara.

Korban marketing inilah yang membuat banyak orang anti MLM. Karena mereka menjual dengan menggunakan teknik hard selling yang terkesan memaksa sehingga tidak bisa mengajak satu orang pun untuk bergabung.

Untuk teman lama, kalau memang teman sebaiknya jujur saja tentang bisnis MLM. Jangan ikut-ikutan memakan teman. Semua disapu rata padahal tidak semua orang cocok ikut bisnis MLM.

Terakhir, teman lama juga jangan ngambek ketika ditolak. Katanya bisnis, jadi harus profesional dong. Iya toh?

Tips Menolak Ajakan Bergabung MLM


Cara menolak penawaran barang atau produk, baik secara langsung maupun melalui online shop via medsos (Facebook, Whatsapp, dll.) oleh teman, sebaiknya dilakukan dengan sopan. Hal ini untuk menjaga hubungan dengan teman tetap harmonis.

Kalau memang teman yang sudah sangat dekat, tidak ada salahnya untuk berdiskusi tentang bisnis MLM yang mereka tawarkan agar tidak ada penyesalan di kemudian hari.

Kalau gak terlalu dekat dengan teman yang ngajak, tidak ada salahnya untuk menolak jika memang tidak tertarik. Tentu dengan bahasa yang sopan dan tidak saling meremehkan dan menjatuhkan. Karena pada dasarnya tidak ada yang salah dengan bisnis MLM, hanya bisnisnya aja dan motivasinya yang mungkin tidak sesuai.
Contact Us: Komentar, saran dan masukan melalui WA 085396717324 dan Gmail Lara4store@gmail.com.