Skip to main content

Aktor Dibalik Narkoba Yang Harus Dihukum Mati

Pergaulan yang buruk merusak kebiasaan baik. Sejak menginjakkan kaki di SMP, kampanye "say no to drugs" terus digaungkan. Ironisnya, tidak sedikit anak sekolahan yang berani mencoba obat-obat terlarang (obat penenang) tersebut hanya untuk gaya-gayaan.

Aktor Dibalik Narkoba Yang Harus Dihukum Mati
Aktor Dibalik Narkoba Yang Harus Dihukum Mati

Bukan rahasia lagi kalau narkoba tidak hanya menyasar kaum elit ber-uang, tapi juga hampir seluruh lapisan masyarakat. Karena narkoba tidak mengenal usia, harga, kasta, atau pun status sosial.

Hanya saja, kasus penyalagunaan narkoba akan mencuat ke media jika yang terjerat adalah artis papan atas. Namanya juga publik figur, berita buruk mereka adalah berita baik bagi media.

Tentu kita semua tahu bahaya dibalik narkoba. Terutama bagi generasi muda penerus bangsa. Namun pengetahuan tentang narkoba tidak cukup untuk perang melawan narkoba.

Melawan narkoba butuh strategi. Jika diibaratkan dengan pohon, kasus penyalahgunaan narkoba yang berhasil terekspos ke media hanyalah daun yang berguguran.

Selama masih ada akar, daun-daun baru akan terus bermunculan.

Jika demikian, siapa yang harus disalahkan?

Tentu saja, aktor utama dibalik narkoba yang harus dihukum mati. Tapi siapa?

Bandar? Pengedar? Atau pemakai?

Mari kita telusuri satu per satu asal muasal munculnya narkoba hingga sampai di tengah masyarakat.

Pertama, dari produsen (pemasok/bandar narkoba).

Siapa produsen yang memproduksi narkoba?

Jika jenis narkoba tersebut berasal dari tumbuhan seperti ganja, tentu saja petani yang menanam ganja yang harus disalahkan. Belum lagi tenaga ahli yang membuat narkoba dalam bentuk pil yang memudahkan peredaran.

Bandar narkoba adalah aktor yang paling sulit untuk diungkap. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor. Faktor utama karena mereka tidak terlibat langsung di lapangan, plus dapat bekingan dari penguasa.

Kedua, distributor (pengedar narkoba).

Siapa yang mengedarkan narkoba?

Narkoba yang berasal dari produsen disalurkan oleh distributor. Dalam hal ini, distributor bisa siapa saja. Umumnya pekerjaan ini dilakukan oleh orang-orang yang terhimpit masalah ekonomi yang parah. Saking parahnya, hukuman mati sekalipun tidak dapat menggentarkan mereka.

Selain orang yang terhimpit masalah ekonomi, distributor juga biasanya berasal dari orang-orang yang frustasi ingin cepat kaya. Bukan rahasia lagi, secuil narkoba nomor satu bisa dihargai miliaran rupiah. Dapat setetes saja sudah bisa untuk hidup sebulan.

Ketiga, konsumen (pemakai narkoba).

Siapa yang memakai narkoba?

Siapa saja, dari kalangan bawah hingga kalangan atas bisa saja terlibat kasus narkoba, khususnya memakai narkoba. Pertama, kita harus dengarkan alasan-alasan dibalik penyalahgunaan pemakaian narkoba.

Alasan seseorang memakai narkoba yang umum kita dengar adalah karena ada uang, tekanan masalah atau pergaulan, dan alasan paling klasik karena kelelahan. Alasan kelelahan ini sering kita temukan ketika artis terjerat narkoba.

Berdasarkan asal muasal narkoba sampai ke tangan konsumen di atas, kita bisa menyimpulkan beberapa hal terkait aktor yang harus disalahkan.

Produsen narkoba, dalam hal ini bandar.

Pengedar narkoba, mulai dari bandar sampai ke pemakai, ada berlapis-lapis pengedar.

Pemakai narkoba, orang yang menggunakan narkoba. Polemik di masyarakat, kalau wong cilik pasti di sel, kalau artis ya korban, direhabilitasi.

Namun sedikit angin segar tentang kepastian hukum pada tingkat pemakai narkoba adalah saat ini lebih jelas hukumnya. Begitu pun pada lapisan pengedar dan bandar yang dihantui dengan hukuman mati.

Tapi seperti yang dijelaskan di atas, kasus narkoba tidak pernah habis. Kasus yang muncul hanya salah satu dari daun yang berguguran. Akar yang menjadi sumber permasalahan masih tersembunyi, rapat di dalam tanah dan kemewahan.

Jadi, apa yang harus dilakukan?

Nyatanya, hukuman mati tidak berhasil membuat jerah. Mengapa? Karena mereka yang tertangkap hanya daun yang berguguran, bukan aktor utama.

Sebagian besar yang tertangkap adalah lapisan terluar, yaitu pada level pemakai dan pengedar. Bandar masih berkeliaran dan mengontrol permainan. Bahkan, beberapa tahun yang lalu kita sering mendengar bandar dibalik jeruji yang masih ikut bermain.

Artinya? Ada bandar lain yang lebih di atas. Atau pun ada yang ikut menikmati kerja bandar. Mungkin saja para elit, who knows? Bukan berita lama kalau ada negara dengan tingkat kriminal tinggi, kerabat pemerintah bekerjasama dengan mafia.

Lihat juga Ketika Harapan Tak Sesuai Kenyataan

Aktor Utama Dibalik Narkoba Yang Harus Dihukum Mati


Selama ini aturan pemerintah hanya fokus untuk membasmi narkoba tapi tidak benar-benar bisa melawan narkoba. Saat ini, pengawasan bisa menghambat pengedaran narkoba tapi tidak bisa dipungkiri masih banyak yang jebol.

Hukuman mati bagi bandar dan pengedar. Hukuman penjara atau rehabilitasi pemakai. Semuanya belum efektif dalam mengurangi narkoba.

Narkoba adalah bisnis besar yang dampaknya sangat besar terhadap generasi muda masa depan bangsa. Padahal karena bisnislah, penyalahgunaan narkoba sulit dihilangkan karena memberikan keuntungan bagi pelakunya.

Tidak ada yang tahu aktor utama dibalik narkoba. Tidak ada yang tahu rantai dalam bisnis ini. Bahkan hubungan bandar, pengedar, dan pemakai yang berlapis-lapis membuat aktor-aktor yang terlibat tidak saling mengenal.

Tidak ada cara cepat dalam membasmi narkoba. Tapi ada cara efektif untuk melawan narkoba untuk generasi yang lebih baik.

Saat ini, sasaran utama dari narkoba adalah generasi muda. Untuk itu, dibutuhkan pengetahuan di dunia pendidikan tentang bahaya narkoba agar pemakai bisa dikurangi.

Sebaiknya sistem pendidikan yang harus diubah. Harus ada pelajaran khusus tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Lihat juga Kerja Keras Vs Kerja Cerdas

Dengan demikian, harapan penyalahgunaan penggunaan narkotika dan zat-zat adiktif berbahaya lainnya bisa dikurangi di masa depan. Karena setiap generasi harus menjamin kehidupan generasi berikutnya lebih baik, salah satunya bebas penyalahgunaan narkoba.
Contact Us: Komentar, saran dan masukan melalui WA 085396717324 dan Gmail Lara4store@gmail.com.