Skip to main content

Resume Sistem Pendukung Keputusan - Rangkuman Materi DSS

Resume Sistem Pendukung Keputusan - Rangkuman Materi DSS


Resume Sistem Pendukung Keputusan - Rangkuman Materi DSS
Resume Sistem Pendukung Keputusan - Rangkuman Materi DSS

Berikut ini adalah tugas merangkum jurnal Sistem Pendukung Keputusan atau Decision Support System (DSS) dari berbagai sumber.

Latar Belakang


Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat sejalan dengan bertambahnya kebutuhan akan kemampuan komputer dalam membantu menyelesaikan permasalahan-permalasahan dalam berbagai bidang. Salah satu teknologi yang dirancang adalah sistem pendukung keputusan atau Decision Support System (DSS).

Dengan Decision Support System, pengambilan keputusan dapat lebih cepat dalam memecahkan masalah baik yang terstruktur maupun tidak terstruktur dengan menggunakan data-data yang relevan dan dihubungkan secara logis agar dapat memberikan keputusan yang akurat.

Pengertian Sistem Pendukung Keputusan


Apa itu sistem pendukung keputusan atau Decision Support System?

Konsep Sistem Pendukung Keputusan (SPK) pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1970an oleh Michael S. Scott Morton dengan istilah Management Decision System (Sprague, 1982). Konsep SPK ditandai dengan sistem interaktif berbasis komputer yang membantu pengambil keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah-masalah yang tidak terstruktur.

Sistem Pendukung Keputusan merupakan sistem informasi interaktif yang menyediakan informasi, pemodelan, dan pemanipulasian data. Siste itu digunakan untuk pengambilan keputusan dalam situasi yang semiterstruktur dan situasi yang tidak terstruktur, dimana tak seorang pun tahu secara pasti bagaimana keputusan seharusnya dibuat (Kusrini, 2007).

Definisi awal Sistem Pendukung Keputusan adalah sebuah sistem untuk membantu seorang manajer dalam pengambilan keputusan dengan situasi semiterstruktur (Turban, 2005).

Pada dasarnya, SPK atau DSS dirancang untuk mendukung keputusan seluruh tahap pengambilan keputusan mulai dari mengidentifikasi masalah, memilih data yang relevan, menentukan pendekatan yang digunakan dalam proses pengambilan keputusan, sampai mengevaluasi pemilihan alternatif.

Tujuan Sistem Pendukung Keputusan


Pada dasarnya, aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) bertujuan untuk membantu setiap orang atau grup dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat serta mendukung pertimbangan manajer dalam memecahkan sebuah masalah yang semi terstruktur.
  1. Sistem pendukung keputusan dibangun untuk mendukung solusi atas suatu masalah atau untuk mengevaluasi suatu peluang.
  2. Sistem pendukung keputusan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan atas masalah semi terstruktur
  3. Sistem pendukung keputusan berguna untuk memberikan dukungan atas pertimbangan manajer.
  4. DSS memungkinkan pemgambilan keputusan secara cepat dengan biaya yang lebih rendah.
  5. DSS meningkatkan produktivitas suatu kelompok dalam mengambil keputusan dengan lebih cepat dan efisien.
Menurut Kusrini (2007), tujuan dari sistem pendukung keputusan adalah
  1. Membantu manajer dalam pengambilan keputusan atas masalah semiterstruktur.
  2. Memberikan dukungan atas pertimbangan manajer dan bukannya dimaksudkan untuk menggantikan fungsi manajer.
  3. Peningkatan produktivitas.
  4. Berdaya saing.

Karakteristik Sistem Pendukung Keputusan (SPK)


Berikut ini karakteristik sistem pendukung keputusan:
  1. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk membantu pengambil keputusan dalam memecahkan masalah yang sifatnya semi terstruktur atau tidak terstruktur dengan menambahkan kebijaksanaan manusia dan informasi komputerisasi.
  2. Dalam proses pengolahannya, sistem pendukung keputusan mengkombinasikan penggunaan model-model analisis dengan teknik pemasukan data konvensional serta fungsi-fungsi pencari / interogasi informasi.
  3. Sistem pendukung keputusan dirancang sedemikian rupa sehingga dapat digunakan / dioperasikan dengan mudah.
  4. Sistem pendukung keputusan dirancang dengan menekankan pada aspek fleksibilitas seperti kemampuan adaptasi yang tinggi.

Komponen Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

  1. Data Management. Termasuk database, yang mengandung data yang relevan untuk berbagai situasi dan diatur oleh software yang disebut Database Management Systems (DBMS)
  2. Model Management. Melibatkan model finansial, statistikal, management science, atau berbagai model kuantitatif lainnya, sehingga dapat memberikan ke sistem suatu kemampuan analitis, dan manajemen software yang diperlukan.
  3. Commication (dialog subsystem). User dapat berkomunikasi dan memberikan perintah pada DSS melalui subsistem ini. Ini berarti menyediakan antarmuka.
  4. Knowledge Management. Subsistem optional ini dapat mendukung subsistem lain atau bertindak sebagai komponen yang berdiri sendiri.

Proses Pengambilan Keputusan


Pengambilan keputusan adalah suatu proses memilih atau menentukan sesuatu dari berbagai opsi yang ada.

Menurut Simon (1980), berikut ini adalah langkah-langkah dan tahapan pengambilan keputusan.
  1. Tahap kecerdasan, berkaitan dengan pengetahuan akan masalah atau kesempatan. Pada tahap pertama ini, dilakukan identifikasi masalah atau kesempatan untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin yang relevan. Dalam tahapan ini, penting untuk memahami dengan baik apa yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah nantinya.
  2. Tahapan perancangan, yaitu membuat beberapa alternatif keputusan. Di tahap ini, setiap alternatif harus dianalisis dan diuji kelayakannya.
  3. Tahapan pemilihan, yaitu memilih satu opsi dari berbagai alternatif yang direkomendasikan. Opsi terbaik adalah solusi masalah atau peluang kesempatan yang paling besar kemungkinannya untuk dimanfaatkan.
  4. Tahap implementasi, adalah tahap pelaksanaan atau eksekusi keputusan yang telah diambil. Hasil keputusan tersebut dipantau disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai.
Secara singkat, proses pengambilan keputusan meliputi:
  1. Tahapan kecerdasan untuk mengidentifikasi masalah.
  2. Tahapan perancangan, yaitu menetapkan beberapa opsi pilihan.
  3. Tahapan pemilihan, yaitu memilih opsi terbaik.
  4. Tahapan implementasi, yaitu ekseksui keputusan yang telah dipilih.

Metode Sistem Pendukung Keputusan


Berikut ini beberapa metode yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi Sistem Pendukung Keputusan dalam sebuah peneiltian atau proyek.

1. Metode Analytical Hierarchy Process (AHP)


Menurut Artika (2013), Analytical Hierarchy Process (AHP) merupakan suatu model pendukung keputusan yang dikembangkan oleh Thomas . Saaty. Mode pendukung keputusan ini akan menguraikan masalah multi faktor dan multi kriteria yang kompleks menjadi suatu hirarki.

Hirarki didefinisikan sebagai suatu representasi struktur multi level dimana level pertama adalah tujuan, yang diikuti level faktor, kriteria, sub kriteria, dan seterusnya ke bawah hingga level terakhir dari alternatif.

Dengan hirarki, suatu masalah yang kompleks dapat diuraikan ke dalam kelompok-kelompoknya yang kemudian diatur menjadi suatu bentuk hirarki sehingga permasalah akan tampak lebih terstruktur dan sistematis. Akhir dari proses AHP adalah prioritas-prioritas dari alternatif-alternatif yang digunakan untuk menentukan keputusan terbaik.

2. Metode Multiple Criteria Decision Making (MCDM)


Multiple Criteria Decision Making atau disingkat MCDM adalah suatu model pengambilan kepputusan untuk menetapkan alternatif terbaik dari sejumlah alternatif berdasarkan beberapa kriteria tertentu.

3. Metode Profile Matching


Metode Profile Matching atau pencocokan profil adalah sebuah metode pengambilan keputusan dengan cara mengasumsikan variabel prediktor ideal yang harus dimiliki oleh pegawai, bukannya tingkat minimal yang harus dipenuhi atau dilewati.

Dalam Profile Matching, dilakukan identifikasi terhadap kelompok karyawan yang baik maupun buruk diukur dengan beberapa kriteria penilaian.

Contoh Penelitian Sistem Pendukung Keputusan

  1. Pemilihan pengajar les privat untuk siswa lembaga bimbel dalam penelitian yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pengajar Les Privat Untuk Siswa Lembaga Bimbingan Belajar Dengan Metode AHP (Studi Kasus LBB System Cerdas).
  2. Perancangan Sistem Pendukung Keputusan kenaikan jabatan pegawai menggunakan metode Profile Matching dalam penelitian yang berjudul Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Pegawai Dengan Metode Profile Matching (Studi Kasus: Kementrian Agama Kantor Wilayah DKI Jakarta).
  3. Perancangan Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan peserta KB teladan dalam penelitian yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Peserta KB Teladan Di BKKBN Bengkulu Menggunakan Pemrograman Visual Basic 6.0.
  4. Perancangan SPK untuk penilaian kinerja pegawai dalam penelitian yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada RSUD Serang.
  5. Perancangan Sistem Pendukung Keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi dalam penelitian yang berjudul Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
Dan masih banyak penelitian tentang SPK/DSS yang bisa ditemukan dalam jurnal-jurnal, skripsi, laporan, dan makalah terkait.

Sumber resume jurnal SPK


Rancang Bangun Sistem Pendukung Keputusan Kenaikan Jabatan Pegawai Dengan Metode Profile Matching (Studi Kasus: Kementrian Agama Kantor Wilayah DKI Jakarta) oleh Ernawati, Nur Aeni Hidayah, Elvi Fertrina. Sistem Informasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pengajar Les Privat Untuk Siswa Lembaga Bimbingan Belajar Dengan Metode AHP (Studi Kasus LBB System Cerdas) oleh Lusiana Kristiyanti, Aris Sugiharto, Helmie Arif W. Ilmu Komputer / Informatika FSM Universitas Diponegoro.

Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Di STMIK Atma Luhur Pangkalpinang Dengan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) oleh Fitriyani. Program Studi Sistem Informasi, STMIK Atma Luhur Pangkalpinang.

Sistem Pendukung Keputusan Peserta KB Teladan Di BKKBN Bengkulu Menggunakan Pemrograman Visual Basic 6.0 oleh Liza Yulianti, Herlina Latipa Sari, B. Herawan Hayadi. Dosen Tetap Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dehasen Bengkulu.

Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penilaian Kinerja Pegawai Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada RSUD Serang oleh Saefudin, Sri Wahyuningsih. Program Studi Sistem Informasi Universitas Serang Raya.

Lihat juga Contoh Skripsi Teknik Informatika

Demikianlah tugas kuliah resume sistem pendukung keputusan dari jurnal SPK/DSS. Semoga bermanfaat!
Contact Us: Komentar, saran dan masukan melalui WA 085396717324 dan Gmail Lara4store@gmail.com.