Skip to main content

Renungan Harian Gereja Toraja

Renungan Harian Gereja Toraja 2020 - Gereja Toraja menempatkan ajaran sola scriptura (hanya Alkitab) sebagai basis dan pedoman hidup warganya. Gereja Toraja mencanangkan GCA (Gerakan Cinta Alkitab) untuk memotivasi dan menuntun warganya setia mendasarkan hidupnya pada firman Allah. Untuk itu, Gereja Toraja menerbitkan ReHaT (Renungan Harian Toraya).

Renungan Harian Gereja Toraja
Renungan Harian Gereja Toraja

Renungan Harian Toraya (ReHaT) menjabarkan tema mingguan dalam membangun Jemaat ke dalam perenungan Firman Tuhan setiap hari. Melalui ReHaT ini, warga jemaat dan keluarganya dituntun supaya setiap hari ada waktu indah untuk rehat di bawah tuntunan dan pimpinan Firman Tuhan.

Mari renungkan firman Tuhan setiap hari.

Berikut ini salah satu renungan harian Kristen dari ReHaT, Minggu 13 September 2015.

//

Yosua 1:8-9

BERHENTI SEJENAK


Seorang penebang kayu yang sangat kuat bekerja pada seorang pedagang kayu. Ia diberi kapak untuk menebang kayu.

Hari pertama ia mampu menjatuhkan 18 pohon, hari kedua hanya mampu menebang 15 pohon, hari berikutnya dia tidak lagi mampu menebang lebih dari 10 pohon.

Dia menghadap pada tuannya meminta berhenti, karena merasa tidak kuat lagi.

Kata tuannya, kapan terakhir kamu mengasah kapakmu?

Si tukang kayu tersentak dan mulai bingung. Rupanya selama ini dia disibukkan oleh pekerjaannya menebang kayu sehingga lupa mengasah kapaknya.

Sering kali kita seperti tukang kayu ini, terlalu fokus pada tenaga kita, sehingga lupa berhenti mengasah kapak, terlalu fokus pada tenaga kita, akibatnya lupa kalau kapak sudah tumpul, akhirnya kita gampang menyerah menghadapi masalah.

Kita sering kali lupa kapan kita harus berhenti sejenak dan merenungkan kembali Taurat Allah.

Salah satu pesan Allah kepada Yosua adalah "renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung."

Allah ingin mengungkapkan bahwa perjalanan Yosua sangat ditentukan oleh ketaatannya pada Taurat Allah.

Sering perjalanan kita lebih banyak bermasalah karena kita terlalu mengandalkan kekuatan kita dan lupa mengasah kapak kita. Lupa berhenti merenungkan Taurat Allah. Kita sadar bahwa tidak mungkin berjalan tanpa Allah, tetapi sering asyik berjalan sendiri dengan kekuatan sendiri.

Berhentilah sejenak dan mari merenungkan Taurat Allah agar perjalanan kita menjadi lebih baik.

//

Untuk mendapatkan khotbah Gereja Toraja minggu ini, bisa dilihat di Membangun Jemaat setiap tahunnya.

Untuk mendapatkan artikel Gereja Toraja terbaru, bisa kunjungi website bps gereja toraja di https://bps-gerejatoraja.org/.

Berikut ini kumpulan khotbah dan renungan Kristen yang bisa kamu baca di blog ini.
  1. Khotbah Kristen Singkat Belajar dari Semut
  2. 3 Jawaban Tuhan Atas Doa
  3. 4 Fungsi Alkitab
Temukan kumpulan renungan harian lainnya di kategori Renungan Kristen.

Temukan informasi liturgi ibadah di kategori Gereja Toraja.

Temukan lagu-lagu rohani populer terbaik sepanjang masa di kategori Lagu Rohani.

 Demikianlah renungan harian Gereja Toraja. Semoga bermanfaat!
Contact Us: Komentar, saran dan masukan melalui WA 085396717324 dan Gmail Lara4store@gmail.com.